Ikut Serta Membangun Rupang Buddha

ANUGERAH DARI MEMBANGUN RUPANG BUDDHA

Dari Sutra Kebajikan Memandikan Buddha sesuai yang dibabarkan Yang Arya Buddha Shakyamuni:

Sutra Kebajikan Memandikan Buddha

"... Jika pria, wanita, atau kelima kelompok pelatih diriBhikkhu, Bhikkhuni, Samanera, Samaneri, Sikkhamana membuat gambar/rupang Buddha; atau bila mereka yang tidak berkemampuan menyimpan suatu rupang Buddha sekecil butiran gandum; atau membangun suatu stupa (seukuran sebutir jujube, tiang seukuran jarum, atap seukuran serpihan kulit padi, relik seukuran biji mustard); atau jika seseorang menulis sajak Dharma dan menempatkannya di dalam stupa, ini akan sama dengan mempersembahkan sebuah permata langka sebagai wujud penghormatan. Sesuai dengan kekuatan dan kemampuan, jika mereka bisa tulus dan penuh rasa hormat, rupang atau stupa yang dibangun adalah sama dengan tubuh saya sekarang, serupa tanpa perbedaan apapun.
Putra mulia, bila ada makhluk yang bisa mengadakan persembahan tertinggi seperti ini, mereka akan mengagungkan diri mereka sendiri dengan tercapainya 15 berkah mulia:

Pertama, mereka lebih suka hidup sederhana.
Kedua, mereka mengembangkan pikiran berkeyakinan murni
Ketiga, hati mereka penuh kesungguhan
Keempat, mereka tertarik oleh teman-teman yang baik
Kelima, mereka masuk ke kondisi kebijaksanaan tak bercela
Keenam, mereka senantiasa bertemu dengan para Buddha
Ketujuh, mereka senantiasa merangkul Dharma
Kedelapan, mereka akan mampu memenuhi kata-kata yang disampaikan
Kesembilan, sesuai dengan harapan mereka, mereka terlahir di tanah suci Buddha
Kesepuluh, jika mereka terlahir kembali sebagai manusia, mereka akan menjadi bangsawan dari keluarga mulia dan dihormati siapapun; mereka senantiasa menimbulkan kebahagiaan.
Kesebelas, sebagai manusia, pikiran mereka secara alami dipenuhi dengan Buddha.
Keduabelas, tentara siluman manapun tidak akan sanggup menyakiti atau mengganggu mereka.
Ketigabelas, kendati berada di Zaman Kehancuran Dharma, mereka mampu melindungi dan memelihara Dharma.
Keempatbelas, mereka dilindungi oleh Buddha tak terhingga dari sepuluh mata angin.
Kelimabelas, mereka akan segera mencapai kelima atribut tubuh Dharma.

Pada saat itu, Sang Tathagata mengucapkan bait berikut:
Setelah Parinirvana saya
Engkau dapat menghormati relik-relikku,
Membangun stupa atau bahkan gambar/rupang Tathagata.
Di lokasi gambar/rupang atau stupa,
Engkau dapat mendirikan suatu mandala.
Dengan aneka dupa dan bunga
Disebarkan ke permukaan mereka.
Dengan air segar dan wangi
Engkau tuangkan ke tubuh rupang,
Persembahkan aneka minuman dan makanan lezat,
Secara teliti melaksanakan dengan penuh rasa bakti dan pengabdian
Memuji berkah yang dimiliki Tathagata,
Yang tiada tara;
Melalui cara-cara cermat yang bijaksana
Dan kekuatan supernatural Buddha
Engkau segera mencapai pantai Nirvana.
Engkau akan memperoleh sebuah tubuh Vajra
Sempurna dengan ketigapuluhdua tanda besar
Dan kedelapanpuluh tanda kecil kehebatan
Membebaskan makhluk tak terhingga banyaknya ..."

Dari Sutra Membuat Gambar/Rupang Buddha, Buddha Shakyamuni explains:

Sutra Membuat Gambar/Rupang Buddha

"... Orang-orang yang membuat gambar Buddha, akan memiliki mata terang dan penampilan elegan di kehidupan akan datang; tubuh, lengan, dan kaki terlahir proporsional. Bahkan jika terlahir sebagai dewa/i, dengan mata dan wajah cerah bersinar, kesempurnaan bentuk tubuh mereka melebihi dewa/i lain dari alam manapun. Sesungguhnya memang demikian besar anugerah yang diperoleh mereka yang membuat gambar/rupang Buddha.

Tempat manapun mereka terlahir akan bebas dari segala keburukan. Perawakan mereka tiada cacat. Ketika mereka meninggal dunia, mereka akan terlahir di alam dewa tingkat Brahma ke-tujuh. Bentuk penampilan mereka luar biasa anggun di mana membuat semua dewa/i menghormati mereka. Sesungguhnya memang demikian besar keberuntungan yang diperoleh mereka yang membuat gambar/rupang Buddha.

Orang-orang yang membuat gambar/rupang Buddha akan terlahir di keluarga terhormat yang melebihi keluarga lain di dunia; takkan pernah mereka terlahir di keluarga tidak mampu. Sesungguhnya memang demikian besar kebahagiaan yang diperoleh mereka yang membuat gambar/rupang Buddha.

Orang-orang yang membuat gambar/rupang Buddha akan memiliki bentuk rupa berwarna keemasan pada kehidupan selanjutnya.

Orang-orang yang membuat gambar/rupang Buddha akan terlahir pada kehidupan seterusnya di keluarga sejahtera, dengan kekayaan, uang, dan permata berharga yang berlimpah di luar perhitungan. Mereka juga akan disayangi orang tua, saudara/i, dan relatif mereka. Sesungguhnya memang demikian besar anugerah yang diperoleh mereka yang membuat gambar/rupang Buddha.

Ketika orang-orang yang membuat gambar/rupang Buddha terlahir di JambudvipaMenurut kosmologi Buddhis, Jambudvipa adalah benua selatan (dunia yang sedang kita tempati ini) dari keempat benua yang mengelilingi Gunung Meru (Mani Kabum, 2007)., mereka akan terlahir baik di keluarga maharaja ataupun keluarga baik-baik. Sesungguhnya memang demikian besar keberuntungan yang diperoleh mereka yang membuat membuat gambar/rupang Buddha.

Orang-orang yang membuat gambar/rupang Buddha akan terlahir pada kehidupan-kehidupan selanjutnya sebagai seorang maharaja yang paling terkemuka dan paling dihormati di antara para raja rajanya. Mereka dipuja sebagai penyokong atau pelindung dari semua penguasa. Sesungguhnya memang demikian besar keberuntungan yang diperoleh mereka yang membuat gambar/rupang Buddha.

Orang-orang yang membuat gambar/rupang Buddha akan terlahir pada kehidupan mereka selanjutnya sebagai raja pemutar Dharma yang sanggup naik menjelajahi alam-alam dewa dan kembali sehendaknya. Takkan ada yang berada di luar kemampuan mereka. Sesungguhnya memang demikian besar keberuntungan yang diperoleh mereka yang membuat gambar/rupang Buddha.

Orang-orang yang membuat gambar/rupang Buddha akan terlahir pada kehidupan mereka selanjutnya di alam Brahma tingkat ke-tujuh dengan panjang umur mencapai hingga satu kalpa. Kebijaksanaan mereka tiada tara dan setelah mereka meninggal, mereka tidak akan terlahir di alam rendah. Semasa hidup, mereka senantiasa menjaga perbuatan mereka, memikirkan Buddha demi mencapai Penerangan Sempurna. Sesungguhnya memang demikian besar keberuntungan yang diperoleh mereka yang membuat gambar/rupang Buddha.

Orang-orang yang membuat gambar/rupang Buddha akan senantiasa mengagungkan para Buddha dan memuliakan kitab suci pada kehidupan-kehidupan mereka selanjutnya. Mereka secara berkesinambungan mengadakan persembahan kepada relik Buddha dengan menghaturkan aneka kain sutra, dupa elok, bunga indah, pelita minyak, dan permata berharga lainnya termasuk harta-harta langka dunia. Setelah kalpa tak terhitung lamanya, mereka akan mencapai Nirvana. Bagi mereka yang beraspirasi mempersembahkan benda-benda berharga kepada para Buddha bukanlah orang biasa tetapi adalah praktisi Buddhis pada kehidupan-kehidupan lampau mereka. Sesungguhnya memang demikian besar keberuntungan yang diperoleh mereka yang membuat gambar/rupang Buddha.

Besarnya pahala kebajikan yang diperoleh mereka yang membuat gambar/rupang Buddha pada kehidupan-kehidupan mereka selanjutnya adalah tidak terhitung banyaknya. Tidak akan ada waktu yang cukup untuk menerangkan seberapa besar pahala mereka tersebut. Jika total volume seluruh sungai dan samudra dari keempat benua besarSatu dunia terbentuk dari satu Gunung Meru, satu matahari, satu bulan, empat benua besar, dan berbagai laut dan samudera yang mengelilingi mereka masing-masing. Seribu dunia ini membentuk sistem dunia seribu kecil. Seribu sistem dunia seribu kecil ini membentuk sistem dunia seribu menengah. Seribu sistem dunia seribu menengah membentuk sistem dunia seribu besar. Kumpulan dunia-dunia ini biasanya dirujuk sebagai TIGA RIBU SISTEM DUNIA SERIBU BESAR. Keempat benua besar dikuasai oleh empat raja mata angin dan mereka tinggal di pertengahan Gunung Meru (Mani Kabum, 2007). diukur, pahala kebajikan dari membuat gambar/rupang Buddha melebihi ukuran volume tadi sebanyak sepuluh kali lipat. Di manapun mereka terlahirkan, pada kehidupan-kehidupan selanjutnya mereka selalu dihormati dan dilindungi oleh yang lain.

Ibarat selama hujan badai, para pembuat gambar/rupang Buddha telah memiliki penginapan handal sehingga mereka tidak takut pada apapun. Orang-orang ini takkan pernah jatuh ke alam-alam rendah—baik neraka, hewan, atau setan kelaparan—setelah kematian-kematian mereka. Jika ada orang yang merangkupkan kedua telapak tangan dengan penuh ketulusan di depan gambar/rupang Buddha dan berlindung kepada stupa Buddha atau relik Buddha, setelah masa kehidupannya berakhir, selama seratus kalpa mereka tidak akan masuk ke alam rendah neraka, hewan maupun setan kelaparan sekalipun, namun sebaliknya akan terlahir di alam surgawi para dewa. Setelah masa kehidupan mereka berakhir, mereka akan turun ke dunia sebagai putra/i keluarga makmur. Kepemilikan mereka terhadap permata berharga dan harta karun tidak terhitung banyaknya. Akhirnya mereka pasti mencapai ke-Buddha-an (Nirvana).

... Orang-orang bajik yang membuat gambar/rupang Buddha sudah tentu akan menerima anugerah sedemikian besar sesuai dengan penjelasan seadanya yang telah saya sampaikan kepadamu ..."

Dari Sutra Teratai, Buddha berkata:

Sutra Teratai

"... Setelah para Buddha memasuki Parinirvana, ada orang-orang yang melakukan persembahan kepada relik Buddha dengan mendirikan setrilyon jenis stupa. Dengan emas, perak dan kristal, kerangka remis raksasa dan batu akik, berbagai permata tulen carnelian dan vaidurya, mereka secara besar-besaran menghiasi dan mengokohkan stupa-stupa tersebut dengan beragam harta nomor satu dengan hati setulus-tulusnya.

Ada pula orang-orang yang membangun mausoleum batu, dari kayu cendana dan gaharu, dari hovenia dan kayu-kayu yang lain, dari bata, ubin, tanah liat, dan lainnya. Ada pula orang-orang yang membuat gundukan tanah di lapangan terbuka untuk membentuk tempat keramat Buddha, bahkan anak-anak sambil bermain membangun stupa Buddha dari tanah. Orang-orang seperti ini dan yang lainnya sekarang telah mencapai ke-Buddha-an.

Dengan rasa bakti terhadap para Buddha, orang-orang yang membangun, membuat patung, atau memahat gambar Buddha sekalipun, sekarang semuanya telah mencapai ke-Buddha-an.

Beberapa di antara mereka membuat rupang Buddha dari tujuh permata, atau dengan nikel, tembaga, timah putih, atau dengan campuran timah hitam dan putih, atau dengan besi, kayu, dan kembali, dengan tanah liat. Beberapa dari mereka bahkan melapisi rupang dengan damar dan pernis. Semuanya secara sungguh-sungguh dan teliti membuat gambar Buddha. Orang-orang seperti ini dan yang lainnya sekarang telah mencapai ke-Buddha-an.

Orang-orang menghasilkan lukisan Buddha dengan warna beragam, secara cermat menonjolkan kualitas mulia para Buddha melalui keahlian seninya, baik oleh mereka sendiri secara langsung ataupun oleh orang lain melalui petunjuk mereka. Mereka semuanya sekarang telah mencapai ke-Buddha-an.

Bahkan anak-anak yang sedang bermain, mungkin sempat menggunakan rumput, tongkat, sikat, atau jari kuku mereka, menggambar gambar Buddha. Orang-orang seperti ini dan yang lainnya secara perlahan memupuk kebajikan, secara penuh membentangkan hati welas asih mereka yang besar. Mereka sekarang jika belum mencapai ke-Buddha-an, adalah telah menjadi Bodhisattva yang menolong sekian banyak makhluk tak terhitung...."

Seperti yang sering ditemukan di tulisan/teks Buddhis, kebajikan dari melestarikan Buddha Dharma (salah satunya melalui pembangunan rupang Buddha) dapat diringkas menjadi sepuluh poin utama:

  1. Kelakuan buruk apapun yang dilakukan pada masa kehidupan silam akan sirna, sedangkan kejahatan berat akan meringan.
  2. Anda akan dilindungi para dewa beruntung dan senantiasa tidak tersakiti oleh penyakit-penyakit, banjir, api, pencurian, perang, atau penjara.
  3. Anda bebas dari siklus kebencian dan dendam.
  4. Anda aman dari gangguan yaksas, arwah jahat, ular berbisa, bahkan harimau lapar.
  5. Tubuh dan jiwa Anda selalu berbahagia; siang harinya tiada ancaman, malam harinya tiada mimpi buruk. Corak kulit Anda berseri-seri, stamina mantap, dan segala tindakan yang Anda ambil selalu baik.
  6. Keterlibatan Anda dalam Buddha Dharma secara alamiah akan memenuhi segala kebutuhan hidup Anda: makanan, pakaian, keluarga harmoni, keberuntungan, dan umur panjang.
  7. Kata-kata atau tindakan-tindakan Anda memicu keramahan dari manusia dan dewa. Di mana pun Anda berada, Anda selalu disambut, disukai, dan dihormati oleh yang lain.
  8. Anda senantiasa berkembang menjadi orang yang bijak, sehat, dan bahagia. Bagi wanita, Anda akan menjadi pria ketika waktu tiba.
  9. Anda terbebaskan dari lahir di alam rendah (binatang, setan kelaparan, makhluk neraka). Malah Anda hanya tinggal di alam tinggi (dewa, manusia). Tidak hanya Anda secara penampilan sedap dipandang, tetapi Anda secara intrinsik juga memiliki kebijaksanaan dan keberuntungan besar.
  10. Anda berkemampuan membantu makhluk apapun untuk memupuk kebajikan. Ke mana pun Anda lahir, Anda akan senantiasa dekat dengan para Buddha dan Dharma selamanya hingga pencapaian Pencerahan Sempurna.



HAK-HAK ISTIMEWA ANDA SEUMUR HIDUP

Niat mulia Anda untuk menguntungkan semua makhluk dengan mendukung Proyek Buddha Dordenma ini tentunya akan dibalas lipatan kali oleh alam semesta dan tidaklah mungkin bagi kami untuk memaparkan satu per satu berkah yang Anda terima nantinya. Kendati demikian, sebagai wujud terima kasih kami, Anda juga akan menerima hak-hak istimewa berikut berkat dukungan Anda terhadap Proyek Buddha Dordenma.

Suatu catatan dalam sejarah dunia. Nama Anda atau organisasi Anda akan dicatat dalam buku sejarah Bhutan terutama pada bagian Buddha Dordenma. Kebaikan Anda tidak hanya menyelamatkan peradaban Buddhis tertua tetapi juga menguasakan para generasi mendatang untuk siap mengambil peran dalam kesejahteraan global.

 
Pemajangan nama permanen. Nama Anda akan terukir dan terpajang di lempengen tembaga di ruang meditasi (di dalam takhkta Buddha) sebagai kontributor terhadap Proyek Buddha Dordenma. Tahukah Anda seberapa beruntungnya Anda jika nama Anda senantiasa dikelilingi energi positif para Buddha?

Pelimpahan doa berkesinambungan. Diadakan di ruang kebaktian umum terbuka dan ruang meditasi, doa-doa dilimpahkan demi kehidupan Anda yang berbahagia dan pembebasan dari samsara serta Anda terkuasakan untuk berkontribusi terhadap kesejahteraan lebih banyak pihak.
Anda akan menerima pelimpahan doa yang dilakukan berkesinambungan di setiap acara pelafalan yang diadakan dua kali setahun. Acara agung ini dihadiri lebih dari 100.000 orang dari segala latar - bhikkhu/ni, yogi/ni, umat awam, dari 3.000 vihara di Bhutan.

Tindakan kebajikan besar senantiasa diadakan selama pelafalan tujuh hari ini di mana sebanyak paling sedikit 2,5 milyar kali OM MANI PADME HUM dilafalkan setiap harinya.

Para kontributor boleh memilih meniadakan sebagian atau seluruh hak istimewa mereka sesuai yang tertera di atas jika khawatir mengenai privasi mereka. Lihat kebijakan privasi kami.